Kuala Lumpur - Indonesia kembali terjegal oleh China di ajang Piala Uber setelah kalah 0-3 di babak semifinal, Kamis (13/5/2010). Dominasi dan kuatnya para pemain China sampai membuat gemas Greysia Polii.
Greysia adalah pemain partai kedua yang gagal menyumbangkan poin untuk Indonesia pada pertandingan di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Bersama pasangannya Meiliana Jauhari, mereka tak berdaya dan kalah 17-21 13-21 dari ganda China Ma Jin/Wang Xiaoli.
"Pertama, kami minta maaf karena tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers seusai pertandingan.
"Tapi satu hal, sebelum masuk lapangan, secara teknik, mental dan fisik kami sudah siap, tahu mau bermain seperti apa. Tapi China memang lebih siap dan lebih konsisten."
Secara rinci ia menerangkan, Ma Jin/Wang Xiaoli begitu pintar dalam menjaga konsistensi mengubah-ubah tatik. Dari satu poin ke poin berikutnya mereka bisa mengganti strategi yang membuat lawan-lawannya berbalik tertekan.
"Dari dulu pemain-pemain China selalu unggul di situ. Mengubah-ubah strategi, konsisten, dan pintar baca pemainan lawan," sambung Polii yang diamini oleh rekannya Meili.
“Jujur saya gemes juga (dengan mereka)," lanjut pemain berusia 22 tahun itu.
"Tapi okelah, kali ini kita kalah. Lain waktu kita akan berusaha lebih baik lagi." tambahnya
Indonesia dua tahun lalu juga dihentikan China dengan skor sama di babak final di Jakarta. China jika mampu mengalahkan Korea di babak pamungkas akan menjadi
juara untuk ketujuh kalinya berturut-turut.
Ayo dukung Tim Thomas dan Uber Indonesia di sini ( key / key )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Greysia adalah pemain partai kedua yang gagal menyumbangkan poin untuk Indonesia pada pertandingan di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Bersama pasangannya Meiliana Jauhari, mereka tak berdaya dan kalah 17-21 13-21 dari ganda China Ma Jin/Wang Xiaoli.
"Pertama, kami minta maaf karena tidak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers seusai pertandingan.
"Tapi satu hal, sebelum masuk lapangan, secara teknik, mental dan fisik kami sudah siap, tahu mau bermain seperti apa. Tapi China memang lebih siap dan lebih konsisten."
Secara rinci ia menerangkan, Ma Jin/Wang Xiaoli begitu pintar dalam menjaga konsistensi mengubah-ubah tatik. Dari satu poin ke poin berikutnya mereka bisa mengganti strategi yang membuat lawan-lawannya berbalik tertekan.
"Dari dulu pemain-pemain China selalu unggul di situ. Mengubah-ubah strategi, konsisten, dan pintar baca pemainan lawan," sambung Polii yang diamini oleh rekannya Meili.
“Jujur saya gemes juga (dengan mereka)," lanjut pemain berusia 22 tahun itu.
"Tapi okelah, kali ini kita kalah. Lain waktu kita akan berusaha lebih baik lagi." tambahnya
Indonesia dua tahun lalu juga dihentikan China dengan skor sama di babak final di Jakarta. China jika mampu mengalahkan Korea di babak pamungkas akan menjadi
juara untuk ketujuh kalinya berturut-turut.
Ayo dukung Tim Thomas dan Uber Indonesia di sini ( key / key )
Dapatkan info harian khusus olahraga Raket.
Ketik REG DS RAKET kirim ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
0 Komentar Untuk "China yang Bikin Gemas"
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon